Budidaya melon semakin meningkat seiring dengan meningkatnya konsumsi buah melon, baik budidaya dilakukan di lahan terbuka maupun di tempat tertutup, yang dikenal dengan nama green house.
Bertanam melon di dalam green house memberikan banyak manfaat positif khususnya ke arah kualitas dan kuantitas produk buah melon. Banyak petani milenial menanam melon di dalam green house, khususnya menggunakan media hidroponik.
Akan tetapi, kendala utama yang dihadapi di dalam budidaya melon di dalam green house adalah penyakit tanaman, sedangkan kendala hama tanaman dapat diatasi mengingat penyebabnya dapat dilihat mata telanjang. Penyakit layu Fusarium merupakan penyakit penting dalam budidaya melon hidroponik.
Keberadaan penyakit layu Fusarium dapat menggagalkan panen karena mematikan tanaman melon. Upaya untuk mengatasinya banyak dilakukan, baik secara kimia, nabati, atau pengaturan media tanam, tetapi semua cara tidak mampu mengatasi. Hal ini mengingat penyebab penyakit layu Fusarium dapat bertahan di dalam media tanam dalam waktu lama.
Alternatif teknik pengendalian penyakit layu Fusarium pada tanaman melon hidroponik di dalam green house secara organik adalah dengan menggunakan metabolit sekunder mikroba antagonis, yang sudah diformula dengan nama Bio P60 dan Bio T10. Bio p60 mengandung metabolit sekunder bakteri antagonis Pseudomonas fluorescens P60 dan Bio T10 berisi metabolit sekunder jamur antagonis Trichoderma harzianum T10.
Buku ini membahas tentang penyakit layu Fusarium dan tahap pengendalian menggunakan kedua obat organik tersebut.
ISBN: 9786234651362
Tahun Terbit: 2023

Berikan komentar